Sabtu, 27 September 2014

Yang sering nyuekin atau durhaka sama ibu sendiri, coba baca ini...

Mari kita merenung, sejauh mana kita bisa menghargai seorang yang amat mulia yang kita sebut "ibu". Apakah kita udah bener-bener tau akan kehebatan beliau, apakah kita udah paham tentang cara beliau menyayangi kita, dan apakah kita sadar kalo cuma seorang ibu yang.......Thread ini saya ambil dari sebuah Hot Thread di Kaskus

Ga mikirin badan yg jadi melar karena mengandung dan melahirkan kita

Ketika masih single, mungkin ibu kita adalah orang yang sangat menjaga badannya. Diet ketat, berolahraga, apapun dilakukan buat menjaga bentuk badan terlihat proporsional.

Tapi ketika tiba waktunya buat mengandung, melahirkan, udah pasti badan jadi melar, perut yang ga kenceng lagi, bentuk badan jadi berubah, belum lagi rasa sakit yang luar biasa ketika melahirkan kita. Tapi apa beliau ngomel-ngomel? Engga, rasanya kita ga pernah denger seorang ibu yang bilang “Gara-gara kamu nih ibu jadi gembrot!”

Ga pernah mengeluh meski terbangun berkali-kali di malam hari

Setelah kita lahir, tangisan kita waktu bayi pasti kerap kali bikin ibu bangun dari tidurnya, baik itu buat ngobatin lapar kita, ato sekedar nyebokin biar kita bisa ngerasa nyaman dan tidur nyenyak lagi. Tolong dicatat, Ga cuma bangun loh gan, tapi juga ngelakuin kegiatan di saat mata lagi sepet-sepetnya dan konsentrasi belum kumpul karena terperanjat dari tidur, apa beliau ngeluh? Ngga...

Tapi coba kita itung berapa kali kita ngomel-ngomel kalo dibangunin ibu, jangan dulu buat bantuin beliau deh, dibangunin buat pergi sekolah /kuliah aja yang jelas-jelas emang kewajiban kita, berapa kali kita masang tampang yang ga enak dan mulut yang bersungut-sungut?

Bisa mendadak menjadi bodyguard
Ketika kita mulai masuk sekolah, beliau mulai rajin anter-jemput kita di sela-sela kesibukannya yang lain, ngomel? Engga. Demi keselamatan dan kemauan anak untuk mulai bersosialisasi di tempat yang namanya sekolahan, beliau fine-fine aja.

Tapi coba kita tanya diri kita sekarang, udah berapa kali sih kita nolak nganter ato jemput ibu Cuma karena alesan “lagi sibuk” atau “cape”?

Bisa mendadak menjadi pemberani

Ketika kita mulai bisa bermain, bersosialisasi dengan ruang lingkup yang lebih besar lagi, konflik mulai timbul, seringkali kita terlibat perselisihan dengan teman sebaya, ataupun bikin masalah ama tetangga yang udah dewasa. Ketika hal-hal seperti itu terjadi, seorang ibu pasti mengerahkan semua kekuatan dan keberanian yang dia punya buat ngebela anaknya gan, meskipun seringkali hal tersebut bikin ibu jadi terbelit di masalah atau pertikaian dengan skala yang lebih besar. Tau sendiri lah yaa gimana kalo orang dewasa ribut sama orang dewasa lagi...

Bisa merasakan apa yang kita rasakan dengan kadar berkali-kali lipat

Ketika kita beranjak remaja, kita berprestasi di sekolah; Atau lebih jauh lagi ketika kita lulus kuliah; atau ketika kita beranjak dewasa dan mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan gaji yang baik; Ibu akan menjadi orang yang sangat bahagia, bahkan melebihi kebahagiaan yang kita rasakan sendiri. Ibu akan dengan bangga menceritakan keberhasilan kita kepada orang-orang di sekitarnya, bersyukur dalam setiap doanya, berdoa agar kebahagiaan kita ditambahkan lagi dan lagi.

Begitu juga ketika kita mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, hal-hal yang menyedihkan, hal-hal yang menyakitkan hati kita. Ibu akan menjadi orang yang lebih lama menangisi masalah kita, bahkan ketika kita sudah bisa pulih dari sakit hati kita, atau bangkit dari masalah kita, beliau adalah orang yang masih menyimpan rasa sakitnya buat kita, yang masih bersimpuh meratap dan berdoa untuk kebaikan kita.


Selalu mengkhawatirkan kita

Beliau adalah makhluk yang sangat “overprotective”, seorang ibu kadang memiliki tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi, inilah yang membuat beliau banyak melarang kita untuk melakukan sesuatu yang beresiko. Bahkan ketika kita pergi keluar dengan waktu yang lebih lama dari biasanya, ibu akan menjadi super senewen, mulai resah dan ga bisa lagi duduk nyaman dan menikmati waktunya.

Hal tersebut akan terjadi seumur hidup, bukan sampai anaknya remaja saja, atau ketika mencapai usia dewasa, tapi akan terjadi terus menerus, sampai kita berkeluarga, bahkan sampai kita punya anak , ibu akan tetap seperti itu.

Selalu menyayangi kitaIbu adalah orang yang tidak pernah kehabisan cara untuk menyayangi anaknya. Bagaimanapun keadaan kita, seperti apapun perangai kita, seburuk apapun akhlak kita, beliau tetap menjadi orang yang selalu bisa menerima kita apa adanya, bahkan ketika orang-orang-orang mulai mengucilkan kita karena perbuatan kita yang buruk, beliau tidak akan pernah malu dan berhenti memanggil kita “anakku”

Hal-hal di atas cuma sedikit sekali dari apa yang ibu bisa lakuin buat kita, amat sangat sedikit sekali, dan kita pasti ga akan pernah bisa membayar lunas apa yang ibu berikan pada kita. Yang perlu kita pahami adalah, kita cuma bisa berbuat baik kepada beliau, cuma bisa berbuat baik, karena sangat mustahil bagi kita buat bisa membalas apa yang udah beliau lakuin.

Dan kalau kita memang belum bisa berbuat sesuatu yang baik untuk beliau, paling tidak jangan usik hatinya dengan perbuatan-perbuatan yang tidak menyenangkan. Lakuin yang terbaik yang bisa kita lakuin, seperti beliau yang udah ngelakuin yang terbaik buat kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar